PM Italia Meloni Menyatakan Kekecewaan Terhadap Trump Karena Ejekan Paus Leo

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengekspresikan kekecewaannya terhadap serangan media sosial yang dilancarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Paus Leo XIV. Kekecewaan Meloni muncul di tengah perseteruan yang terus berlangsung antara Trump dan paus pertama dari Amerika tersebut.
Sebagai seorang sekutu Trump yang sebelumnya mendukung pencalonan Presiden AS untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Meloni tampaknya memilih untuk menjauh dari pemimpin Amerika itu setelah hasil referendum yang mengecewakan pada bulan lalu.
“Saya merasa pernyataan Presiden Trump mengenai Bapa Suci sangat tidak dapat diterima,” ungkap Meloni dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh Politico. Ia menekankan bahwa Paus merupakan pemimpin Gereja Katolik yang seharusnya menyerukan perdamaian dan menolak segala bentuk peperangan.
Dalam sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini, Trump menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kritik yang dilontarkan oleh Paus mengenai perang antara AS dan Israel melawan Iran. Ia juga mengklaim tanpa bukti bahwa masa kepresidenannya telah memberikan kesempatan bagi Leo untuk menduduki tahta kepausan.
Pada konferensi pers di luar Gedung Putih, Trump kembali melontarkan kritiknya terhadap Leo, menyebutnya sebagai pemimpin yang “lemah” dan menambahkan bahwa tidak ada yang patut disyukuri.
Retorika menyerang yang dilontarkan Trump terhadap Paus menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin konservatif, terutama di kalangan kanan ekstrem Eropa, termasuk Meloni. Basis pemilih mereka umumnya terdiri dari umat Kristen, di mana lebih dari setengah populasi Italia mengidentifikasi diri sebagai Katolik.
Meskipun para pemimpin ini memiliki alasan untuk tetap mendukung Trump mengingat kebijakan pemerintahannya yang pro-partai anti-migran, penurunan popularitas Trump di kalangan sekutu ideologisnya di Eropa sejak awal tahun 2026 sangat mencolok.
Namun, Trump kemudian menghapus unggahan yang menggambarkan dirinya sebagai sosok yang mirip Kristus, menyembuhkan orang sakit di tengah latar belakang yang penuh dengan simbol kebanggaan Amerika, termasuk elang dan jet tempur. Gambar tersebut mendapatkan kritik tajam, bahkan dari pendukung setia agenda Make America Great Again (MAGA), dengan beberapa menganggapnya sebagai tindakan “penghujatan.”
Setelah menerima reaksi negatif, Trump mencabut unggahan tersebut dan menyatakan kepada wartawan bahwa ia mengira gambarnya menunjukkan dirinya sebagai dokter dalam konteks tersebut.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mempertahankan Trump dengan menyebut bahwa unggahan yang memicu kontroversi itu hanyalah sebuah lelucon.
➡️ Baca Juga: Mendalami Pan Islamisme di Indonesia
➡️ Baca Juga: Purbaya Paparkan Kekuatan Ekonomi dan Strategi Fiskal RI untuk Menarik Investor AS




