depo 10k depo 10k
berita

Iran Tantang AS Perang Darat, Dampaknya Akan Sangat Signifikan di Kawasan

Mojtaba Khamenei, penasehat militer senior Iran, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan tegas kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait tindakan pemblokiran yang dilakukan di Selat Hormuz. Dalam ucapannya, Mohsen Rezaei menegaskan bahwa kapal perang AS yang berada di wilayah tersebut kini menjadi sasaran potensial bagi serangan Iran.

Rezaei, yang sebelumnya menjabat sebagai panglima Korps Garda Revolusi Iran, menyatakan bahwa kekuatan angkatan laut Amerika Serikat kini berada dalam jangkauan rudal Iran. Pernyataan ini jelas menambah ketegangan yang sudah memuncak di jalur perairan yang sangat penting ini.

Dalam laporan terbaru, Rezaei menantang AS untuk melancarkan invasi darat, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan menjadi suatu peristiwa besar jika benar-benar terjadi. Ia yakin bahwa Iran dapat memberikan respons yang mengejutkan terhadap setiap upaya invasi.

Dia juga mencetuskan ide provokatif bahwa Iran dapat menangkap ribuan sandera, dan setiap sandera akan ditukar dengan satu dolar. Pernyataan ini menyoroti pendekatan agresif yang mungkin diambil oleh Iran jika situasi semakin memburuk.

Lebih lanjut, Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak akan ragu untuk menenggelamkan kapal-kapal Amerika jika AS terus berupaya mengontrol jalur pelayaran yang krusial itu.

“Trump ingin berperan sebagai pengawas di Selat Hormuz. Tetapi, apakah itu merupakan tanggung jawab yang seharusnya diemban oleh militer sebesar Amerika Serikat?” ujarnya dalam tayangan televisi resmi.

Dalam wawancara tersebut, Rezaei juga menyampaikan bahwa peluncur rudal Iran telah dipindahkan dan saat ini siap untuk menyerang kapal-kapal seperti Abraham Lincoln dan armada perang Amerika lainnya.

“Kapal-kapal Anda akan menjadi sasaran pertama kami. Kami memiliki kemampuan untuk merusak semuanya, dan tidak akan ada satu pun yang dapat meloloskan diri dari serangan kami,” tambahnya dengan tegas.

Saat ini, Amerika Serikat sedang menerapkan blokade militer di Selat Hormuz setelah Iran sebelumnya membatasi lalu lintas kapal selama lebih dari enam minggu. Konflik yang berkepanjangan ini saat ini berada dalam fase gencatan senjata yang rapuh, yang hanya berlangsung selama dua minggu.

Terkait gencatan senjata ini, Rezaei menyatakan ketidaksetujuannya jika perpanjangan dilakukan, meskipun ia mengakui bahwa keputusan akhir ada di tangan para pejabat yang berwenang.

Ia juga mengingatkan para pemimpin Iran untuk lebih berhati-hati dalam bernegosiasi, terutama mengenai isu-isu ekonomi yang berkaitan dengan Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa meskipun ketegangan meningkat, diplomasi tetap menjadi bagian yang penting dalam menghadapi situasi sulit ini.

    ➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral Bermanfaat Untuk Membantu Mengelola Aktivitas Keuangan Digital UMKM Agar Lebih Stabil

    ➡️ Baca Juga: Persija vs Persebaya: Mauricio Souza Tegaskan Eduardo Tetap Jadi Kiper Utama, Cyrus Margono Cadangan

    Related Articles

    Back to top button