Israel Murka ke Presiden Korea Selatan Usai Unggah Videonya Jumat Kemarin

— Paragraf 1 —
VIVA –Israel melontarkan kritik keras terhadap Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung usai unggahannya di akun X miliknya. Seperti diketahui pada Jumat kemarin, Lee Jae Myung membagikan video yang menuding tentara Israel membunuh seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap.
— Paragraf 2 —
Menyusul dengan unggahan presiden Korsel itu, Israel angkat bicara, mereka menyebut bahwa pernyataan Lee Jae Myung tidak dapat diterima dan layak dikecam. Dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Kementerian Luar Negeri Israel menilai Lee mengandalkan akun palsu dan mengangkat kembali peristiwa dari tahun 2024 yang sebenarnya sudah pernah diselidiki.
— Paragraf 3 —
“Pernyataan Presiden Korea, Lee Jae Myung, tidak dapat diterima dan pantas mendapat kecaman keras,” demikian isi pernyataan tersebut.
— Paragraf 4 —
Israel juga menuding Lee telah meremehkan tragedi pembantaian orang Yahudi, terlebih disampaikan menjelang Hari Peringatan Holocaust di Israel.
— Paragraf 5 —
Pernyataan itu juga menyebut bahwa video yang diunggah Lee disajikan seolah-olah sebagai kejadian terbaru oleh sumber-sumber yang dianggap kerap menyebarkan disinformasi anti-Israel.
— Paragraf 6 —
Israel menambahkan, insiden tersebut terjadi dalam operasi yang disebut sebagai upaya melawan kelompok teroris, di saat para tentaranya menghadapi ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Kasus itu, menurut mereka, sudah diselidiki secara menyeluruh dan ditangani.
— Paragraf 7 —
“Namun kami tidak mendengar satu kata pun dari Presiden terkait para teroris yang menjadi inti dari peristiwa ini. Kami juga tidak mendengar tanggapan apa pun mengenai serangan teror terbaru dari Iran dan Hizbullah terhadap warga Israel,” lanjut pernyataan itu.
— Paragraf 8 —
Lee sebelumnya membagikan video di media sosial pada Jumat, yang menurutnya memperlihatkan tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina sebelum menjatuhkannya dari atap.
— Paragraf 9 —
Dalam unggahannya di X, Lee mengatakan penting untuk memastikan keaslian video tersebut dan menilai langkah apa yang telah diambil, sambil menekankan seriusnya tuduhan yang beredar.
— Paragraf 10 —
“Pembunuhan di masa perang tidak berbeda dengan isu-isu yang selama ini kita soroti, seperti perbudakan paksa perempuan penghibur dan pembantaian orang Yahudi,” ujarnya.
— Paragraf 11 —
Istilah ‘perempuan penghibur’ merujuk pada masa pendudukan Jepang di Semenanjung Korea, ketika banyak perempuan menjadi korban kekerasan oleh pasukan yang menduduki negara tersebut kala itu.
➡️ Baca Juga: Senegal Menolak Mengembalikan Trofi AFCON 2025 yang Disimpan di Fasilitas Militer
➡️ Baca Juga: Gimana Rasanya Jadi Programmer Yang Ngejalankan Kode Di Superkomputer Ini Curhatnya




