Survei Poltracking: Tingginya Approval Rating Prabowo-Gibran Mendorong Penguatan Program Pro Rakyat

Jakarta – Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap berada pada angka yang mengesankan, yakni 75,1 persen. Keberhasilan ini sebagian besar dipengaruhi oleh berbagai program yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada periode 2-8 Maret 2026 menunjukkan bahwa 88 persen masyarakat mengetahui tentang program MBG, dan dari jumlah tersebut, 55 persen menyatakan kepuasan mereka. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah agar program ini dapat lebih sesuai dengan harapan masyarakat.
“Program MBG merupakan salah satu pendorong utama tingginya tingkat kepuasan publik. Namun, untuk mempertahankan dukungan ini, pemerintah perlu menerapkan strategi komunikasi yang lebih sistematis dan efektif,” ujar Ahmad Zia Fitrahudin, Peneliti dari Poltracking Indonesia, dalam rilis survei nasional yang berjudul ‘Evaluasi Kinerja Pemerintah & Program Prioritas Prabowo-Gibran’ yang disiarkan di saluran YouTube Poltracking TV pada Selasa, 14 April 2026.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penerapan kebijakan yang berbasis pada nalar logis sangat diperlukan di setiap tahap pelaksanaan program MBG. Hal ini mencakup mulai dari pengadaan hingga distribusi pangan dan penetapan penerima manfaat, yang semuanya harus dapat dijelaskan dengan data dan logika yang solid. Keterbukaan dalam alur kebijakan ini dianggap sebagai kunci untuk meraih kepercayaan dari kelompok masyarakat yang kritis.
Selain itu, strategi komunikasi yang proaktif dan terbuka juga harus dibangun dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Partisipasi publik dalam proses ini diyakini bisa meningkatkan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan, serta meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan program-program tersebut.
“Melalui pendekatan komunikasi yang konstruktif dan progresif, pemerintah harus meninggalkan pola komunikasi reaktif yang cenderung bersifat ‘uji ombak’ (test the water),” tambahnya.
Menurut Yoki Alvetro, Peneliti Poltracking Indonesia, tanggapan masyarakat terhadap program MBG secara umum cukup positif. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman langsung masyarakat berperan besar dalam menentukan tingkat kepuasan, meskipun secara keseluruhan dampak dari program ini dinilai signifikan.
Ia juga menekankan bahwa MBG menjadi salah satu kebijakan yang menarik perhatian publik, dengan 88 persen masyarakat mengaku mengetahui program ini. Tingkat pengenalan yang tinggi tersebut diyakini semakin memperkuat dampak kebijakan di kalangan masyarakat luas.
Namun, tantangan dalam pelaksanaan program masih ada. Hal ini terlihat dari 35,8 persen responden yang mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Variasi dalam penilaian ini menjadi catatan penting bagi evaluasi pemerintah di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: IHSG Menembus 7.500, Sektor Energi Menguat di Tengah Ketegangan Konflik AS-Iran
➡️ Baca Juga: WFA dan Mudik Meningkatkan Penggunaan Internet Selama Lebaran 2026




