Iran Menegaskan Kontrol Militer Atas Selat Hormuz Setelah Dibukanya Jalur Tersebut

Militer Amerika Serikat telah menghentikan sementara serangannya terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump mengumumkan persetujuan untuk gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran. Kesepakatan ini menjadi solusi di saat-saat kritis, memberikan kesempatan bagi Trump untuk menunda ancamannya terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk jaringan listrik dan jembatan.
Trump menyatakan bahwa proposal yang disampaikan melalui pihak ketiga di Pakistan ini mencakup pembukaan Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20% dari total pasokan energi dunia. Hal ini terjadi di saat Washington dan Teheran berusaha mencari jalan untuk merundingkan kesepakatan damai yang lebih permanen.
Iran juga telah mengonfirmasi penerimaan proposal tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan mereka, Iran akan menangguhkan operasi defensifnya selama dua minggu ke depan.
Menurut informasi yang dirilis pada 8 April 2026, Araghchi yang memiliki pengalaman luas dalam negosiasi nuklir dengan AS, menambahkan bahwa selama periode gencatan senjata, militer Iran akan bertanggung jawab dalam mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan tetap mempertahankan kontrol atas jalur penting tersebut.
Teheran juga mengklaim telah meraih kemenangan dalam konflik yang terjadi setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang lalu. Iran menilai bahwa mereka berhasil memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana sepuluh poin yang diajukan, termasuk pencabutan sanksi dan pengakuan terhadap program pengayaan nuklir mereka.
Dalam pernyataan resmi, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mencatat bahwa rencana gencatan senjata tersebut mencakup kelanjutan kontrol Iran atas Selat Hormuz, pengakuan terhadap aktivitas pengayaan nuklir, serta penghapusan semua sanksi utama dan tambahan yang berlaku.
Di dalam proposal tersebut, terdapat sejumlah tuntutan penting yang diajukan melalui mediator di Pakistan, antara lain penarikan seluruh pasukan militer Amerika Serikat dari kawasan Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan sekutunya, pencairan aset-aset Iran yang selama ini terbekukan, serta adanya resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang memberikan kekuatan hukum pada kesepakatan ini.
“Perlu dicatat bahwa jika resolusi semacam ini disahkan, maka seluruh kesepakatan tersebut akan memiliki kekuatan hukum internasional dan menjadi kemenangan diplomatik besar bagi bangsa Iran,” ungkap pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
➡️ Baca Juga: 10 bocoran Makanan dan Minuman yang Disukai Sel Kanker
➡️ Baca Juga: Kebiasaan Sehat Harian untuk Meningkatkan Kualitas Hidup yang Seimbang dan Berkualitas




