Persiapkan 9 Amalan Sunnah Ini saat Idul Fitri, Jadikan Momen Lebaran Semakin Bermakna

— Paragraf 1 —
VIVA – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Hari yang penuh kebahagiaan ini menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga, saling memaafkan, dan mensyukuri keberhasilan menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
— Paragraf 2 —
Tidak hanya sebagai waktu perayaan, Idul Fitri juga mengingatkan kita akan kemenangan spiritual melawan hawa nafsu, sekaligus menguatkan tali silaturahim.
— Paragraf 3 —
Di momen kemenangan ini, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan umat Muslim. Mengamalkan ibadah-ibadah ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menegaskan rasa syukur dan meningkatkan kualitas ibadah.
— Paragraf 4 —
Berikut adalah 9 amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Idul Fitri, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 20 Maret 2026.
— Paragraf 5 —
1. Shalat Idul Fitri
— Paragraf 6 —
Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah dan sebagian ulama berpendapat fardlu kifayah. Dalil kesunnahannya terdapat dalam Surat al-Kautsar:
— Paragraf 7 —
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
— Paragraf 8 —
Artinya: “Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah” (QS. Al-Kautsar ayat 2).
— Paragraf 9 —
Nabi Muhammad SAW mendirikan shalat Idul Fitri setiap tahun, pertama kali pada tahun kedua hijrah (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, hal. 39). Disunnahkan bagi laki-laki dan perempuan, berjamaah di masjid atau lapangan jika masjid sempit.
— Paragraf 10 —
Syekh Kamaluddin al-Damiri menegaskan:
— Paragraf 11 —
وَفِعْلُهَا بِالْمَسْجِدِ أَفْضَلُ … إِلَّا .. فَالصَّحْرَاءُ أَفْضَلُ
— Paragraf 12 —
Artinya: “Melakukan shalat hari raya di masjid lebih utama, bila tidak memungkinkan, tanah lapang lebih baik.”
— Paragraf 13 —
2. Mandi Sunnah
— Paragraf 14 —
Mandi disunnahkan bagi semua, termasuk wanita haid/nifas atau yang sakit. Waktu terbaik adalah setelah fajar hingga matahari tenggelam. Bacaan niat:
— Paragraf 15 —
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
— Paragraf 16 —
Artinya: “Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah.” (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib, juz 1, hal. 252).
— Paragraf 17 —
3. Menghidupkan Malam Hari Raya
— Paragraf 18 —
Disunnahkan menghidupi malam Idul Fitri dengan shalat, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan doa. Hadits Nabi:
— Paragraf 19 —
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ
— Paragraf 20 —
Artinya: “Barangsiapa menghidupi dua malam hari raya, hatinya tidak mati pada hari matinya hati” (HR al-Daruquthni).
— Paragraf 21 —
4. Memperbanyak Takbir
— Paragraf 22 —
Takbir Idul Fitri dianjurkan untuk muqayyad (setelah shalat) dan mursal (bebas).
— Paragraf 23 —
Dalil:وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
— Paragraf 24 —
Artinya: “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah” (QS. Al-Baqarah: 185). Contoh takbir utama:
— Paragraf 25 —
اللهُ أَكْبَرُ … وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
— Paragraf 26 —
5. Makan Sebelum Shalat
— Paragraf 27 —
Disunnahkan makan sebelum shalat Idul Fitri, terutama kurma ganjil (1, 3, dst.), berbeda dengan Idul Adha (makan setelah shalat) (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 592).
➡️ Baca Juga: Cek Status Kendaraan di Samsat Lewat HP untuk Hindari Penipuan Mobil Bodong
➡️ Baca Juga: Klub Kaya Indonesia Tunjukkan Kualitas, Comeback Melawan AS Roma dan Posisi Mapan di Liga Champions




