Daftar 21 Kapolda dan Wakapolda yang Dimutasi Setelah Suyudi Menjadi Kapolri

Jakarta – Setelah pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, sejumlah jabatan di tingkat kepala kepolisian daerah (Kapolda) juga mengalami perombakan. Perubahan ini mencerminkan dinamika dalam struktur kepemimpinan Korps Bhayangkara, di mana kursi pimpinan beberapa Polda di berbagai daerah bergeser.
Salah satu perubahan yang paling mencolok terlihat di Polda Metro Jaya. Komisaris Jenderal Polisi Asep Edi Suheri yang sebelumnya menempati posisi sebagai Kapolda Metro Jaya, kini mendapatkan tugas baru sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri.
Posisi Kapolda Metro Jaya kemudian diisi oleh Inspektur Jenderal Polisi Dadang Hartanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku. Sementara itu, jabatan Kapolda Maluku beralih kepada Irjen Pol Suwondo Nainggolan.
Perubahan ini dicatat dalam Surat Telegram (ST) Nomor: 2205/XKEP./2026 yang diterbitkan pada tanggal 2 Oktober 2026. Rotasi jabatan ini merupakan bagian dari Keputusan Kapolri Nomor: Kep/1532/X/2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.
Dalam surat telegram tersebut dinyatakan, “Sehubungan dengan referensi di atas, dengan ini diberitahukan kepada para Pati dan Pamen Polri di bawah ini dibebaskan dari jabatan lama/dimutasikan dalam jabatan baru,” yang dikutip pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
Selain Polda Metro Jaya, perubahan pimpinan juga terjadi di beberapa wilayah lainnya. Berikut adalah daftar lengkap mutasi yang dilakukan:
1. Kapolda Metro Jaya – Irjen Pol Dadang Hartanto, menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang kini menjabat sebagai Irwasum Polri;
2. Kapolda Maluku – Irjen Pol Suwondo Nainggolan, yang sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya;
3. Kapolda Kepulauan Riau – Irjen Pol Suhendri, sebelumnya menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama TK. 1 Korbrimob Polri, menggantikan Irjen Pol Asep Safrudin;
4. Kapolda Riau – Irjen Pol Arman Achdiat, sebelumnya merupakan Pati Baintelkam Polri, menggantikan Irjen Pol Hery Herjawan;
5. Kapolda NTT – Irjen Pol Reza Arief Dewanto, sebelumnya menjabat sebagai Wadankorbrimob Polri, menggantikan Irjen Pol Rudi Darmoko;
6. Kapolda Jawa Barat – Irjen Pol Hengki, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten, menggantikan Irjen Pipit Rismanto;
7. Kapolda Banten – Brigadir Jenderal Polisi Hendra Kurniawan, sebelumnya berperan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. II Sespim Lemdiklat Polri, menggantikan Irjen Hengki;
8. Kapolda Jawa Tengah – Brigjen Pol Roy Hadi Siahaan, menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo;
9. Kapolda Jawa Timur – Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya, menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.
Perubahan jabatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya penguatan dan penyegaran organisasi kepolisian di seluruh Indonesia. Melalui rotasi ini, diharapkan para Kapolda dan Wakapolda yang baru dapat membawa inovasi dan meningkatkan kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan adanya mutasi ini, diharapkan juga dapat memberikan semangat baru bagi jajaran Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka di masing-masing daerah. Mutasi jabatan ini bukan hanya sekedar pergantian posisi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam tugas kepolisian saat ini.
Perubahan di tingkat polda ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dan memperbaiki diri. Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan akan ada peningkatan dalam hal pelayanan kepada masyarakat serta penegakan hukum yang lebih efektif dan profesional.
Dari daftar mutasi di atas, terlihat bahwa banyak nama baru yang diharapkan mampu memberikan warna dan dinamika baru dalam kepemimpinan di jajaran kepolisian daerah. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda-beda, mereka diharapkan dapat menghadapi tantangan yang ada dengan lebih baik.
Lebih lanjut, pergeseran ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara Polri dan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih proaktif dan responsif, diharapkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat semakin dirasakan dan memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, mutasi jabatan ini bukan sekadar pergantian, tapi juga merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan Polri yang lebih baik dalam melayani masyarakat dan menjaga keamanan negara.
➡️ Baca Juga: Strategi PSSI Mengatasi Rivalitas Antara Jakmania dan Bobotoh secara Efektif
➡️ Baca Juga: Empat Kebiasaan yang Dapat Membuka Peluang Rezeki Saat Keuangan Menipis




